Materi Pembelajaran Kelas 6
IPS (KD 3.1 dan 4.1)
Keragaman Flora dan Fauna Negara- negara ASEAN
Lokasi geografis di sekitar garis ekuator atau garis katulistiwa membuat seluruh negara- negara Asia Tenggara beriklim tropis. Tiga dari 17 negara paling beragam di dunia adalah anggota Asia Tenggara. Mereka adalah Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Wilayah Asia Tenggara menjadi rumah bagi 9 persen burung endemik dan 11 persen spesies mamalia. Ini membuat Asia Tenggara wilayah dengan porporsi burung endemik dan mamalia terbesar di dunia. Begitu juga tumbuhan berpembuluh endemik. Sekitar 25 persen dan total yang ada di dunia, ada di negara- negara Asia Tenggara. Selama dua dekade terakhir, lebih dari 2.000 spesies baru ditemukan di wilayah Asia Tenggara. Begitu pula dengan kekayaan bawah laut. Wilayah Asia Tenggara menjadi pusat keanekaragaman hayati laut yang dikenal sebagai Coral Triangle atau Segitiga Terumbu.
Berikut flora dan fauna khas negara- negara Asia Tenggara
|
Negara |
Hewan Nasional |
Bunga Nasional |
Hewan Lainnya |
Tanaman Lainnya |
|
Myanmar |
Harimau Indo China |
Bunga Paduak |
Gajah, Merak Hijau |
Teh, Meranti Merah, Anggrek Tanzim atau Anggrek Bulbophyllum, Pohon Paduak, Pohon Jati, Mangga, Bambu, Kelapa dan Padi. |
|
Kamboja |
Kouprey (Lembu Hutan) |
Rumdul |
Lumba- lumba, Banteng, Macan Dahan, Beruang Madu, Gajah, Buruh Ibis |
Bunga Rumdul, Kantong Semar, Gaharu, Kamper |
|
Laos |
Gajah India |
Champa (Kamboja) |
Lumba- lumba, Irawaddy, Owa Jambul Hitam, Kukang, Harimau, Gajah, Bangau Sarus |
Bambu, Rotan, Liana dan Telapak Tangan |
|
Vietnam |
Saola (Kerbau Air) |
Lotus |
Langur Kaki Merah, Rangkong Papan, Monyet Hidung Pesek, Pygmy, Python |
Anggrek Lan Hai, Kamper |
|
Filipina |
Kerbau dan Elang Filipina |
Melati |
Kerbau Liar (Corobau), Rusa, Babi, Burung Beo, Kera, Kucing, Hewan Pengerat |
Merati, Angsana |
|
Indonesia |
Komodo dan Elang Jawa |
Melati, Anggrek Bulan, dan Bunga Rafflesia Arnoldi) |
Gajah, Harimau, Kera, Kerbau, Sapi, Babi Hutan, Badak, Kuda, Anoa, Burung Cendrawasih, Burung Kakatua, Merak, Tapir, Kaswari, Komodo |
Jati, Sonekeling, Merbau, Sengon, Cendana, Trembesi, Mahoni |
|
Thailand |
Gajah |
Ratchaphruek |
Gajah, Harimau, Macan Tutul, Monyet Siamang, Badak, Buaya, Lembu |
Tengguli, Jati, Pinang, Pinus |
|
Malaysia |
Harimau Malaya |
Bunga Raya (Bunga Sepatu) |
Harimau, Tapir, Rusa, Badak, Orang Utan, Monyet Siamang |
Angsana, Antanan, Kesusu, Merbau, Peluntan, Terap |
|
Singapura |
Singa |
Anggrek Hibrida |
Kancil, Kandak, Rubah, Kadai |
Mahoni, Angsana, Pohon Hujan, tembusu, Bugenvil |
|
Brunei Darussalam |
Bekatan |
Simpor |
Harimau, Singa, Monyet |
Bakau, Tulong |
Persebaran fauna terpengaruhi oleh persebaran flora dan sejarah geologisnya, fauna di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia terdiri atas 3 zona, yaitu Zona Indonesia bagian Barat (zona Asiatis), Zona Indonesia bagian Tengah (zona Peralihan), dan Zona Indonesia bagian Timur (zona Australis). Perpindahan antarzona tersebut dibatasi oleh garis Wallace (untuk memisahkan antara Zona Peralihan dengan Zona Australis). Negara- negara yang memiliki fauna dengan tipe Asiatis adalah Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia bagian Barat dan Singapura. Negara yang memiliki fauna tipe Peralihan adalah Filipina dan Indonesia bagian Tengah.
SBdP (KD 3.4 dan 4.4)
Persiapan Pameran Karya Seni Rupa di Sekolah
Pameran adalah satu kegiatan seni rupa untuk memperkenalkan, memperlihatkan, memajangkan karya seni rupa seseorang atau kelompok untuk dikomunikasikan kepada umum. Melalui kegiatan ini, karya seni rupa yang dipamerkan dapat diapresiasi oleh orang lain sehingga terjadi komunikasi antara pembuat karya (kreator) dengan penikmat karya (apresiator) melalui karyanya. Melalui kegiatan pameran, siswa dapat memperkenalkan karya- karyanya kepada orang lain, baik masyarakat di lingkungan sekolah, institusi ataupun masyarakat umum untuk dilihat, diamati, dinilai, dihargai dikagumi dan dikritik. Demi lancarnya penyelenggaraan pameran, diperlukan perlengkapan (sarana dan prasarana) seperti:
a. Ruang Pameran
Bisa menggunakan ruangan yang cukup luas seperti aula atau ruang kelas. Penataan ruang dapat dilakukan dengan menggunakan meja, panel, kursi.
b. Meja
Meja dapat digunakan untuk penerima tamu dan dapat pula digunakan sebagai dasar penyimpanan karya tiga dimensional seperti patung atau barang kerajinan lainnya.
c. Buku Tamu
Dapat digunakan untuk mengetahui berapa orang dan siapa saja yang mengunjungi pameran.
d. Buku Kesan dan Pesan
Berguna sebagai masukan terhadap penyelenggaraan pameran.
e. Panil
Untuk menempelkan karya dua dimensi seperti: lukisan, gambar dan sebagainya. Panil juga dapat digunakan sebagai penyekat ruangan.
f. Poster atau Brosur
Untuk menginformasikan kegiatan pameran yang akan dilaksanakan.
g. Katalog
Berisi identitas seniman dan karya serta kuratorial (penyelenggara pameran).
h. Folder
Berisi judul lukisan dan harga klukisan jika dijual
i. Lampu Penerangan
Untuk memperjelas karya yang dipamerkan.
j. Sound System
Digunakan dalam acara pembukaan, dan untuk memperdengarkan musik instrumentalia berirama lembut selama pameran berlangsung berfungsi untuk mendukung suasana pameran sehingga pengunjung merasa llebih nyaman ketika mengapresiasi karya seni rupa yang dipamerkan di sekolah.
Manfaat pameran yang dilakukan di sekolah di antaranya sebagai berikut:
· Nilai Edukatif (Pendidikan): memperoleh pengetahuan dan pengalaman
· Nilai Komunikatif: mengamati langsung ide, gagasan, saran dan kritik yang objektif terhadap karya seni rupa yang dipamerkan
· Nilai Kompetitif: memperoleh dorongan (motivasi) untuk berkarya seni rupa lebih baik, artistic dan kreatif
- Nilai sosial: mmemiliki tanggung jawab, sikap mandiri dan kerja kelompok.
Komentar
Posting Komentar