PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN
Nama : Ulfa Mubarokah
NIM : 2318563797
PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN?
Simpulan dan refleksi dari mata kuliah Filosofi Pendidikan bahwa pendidikan dengan memerdekakan peserta didik itu tujuan utama yang menanamkan bahwa mereka bisa mengembangkan potensinya yang unik dan istimewa tersebut. Perjuangan pendidikan di Indonesia sangatlah inspiratif.
Pendidikan dan pengajaran pada masa Belanda mementingkan intelek/ pikiran dan materialistic yang memberikan pengaruh pada pemimpin zaman sekarang yang terasingkan oleh nasionalisme. Pada zaman kebudayaan dahulu, perempuan dilarang untuk bersekolah. Pendidan politik terjadi saat sebelum kemerdekaan, materialistic jadi tujuan mereka memberikan pengajaran membaca, tidak didirikan sekolah untuk anak Indonesia. Pada tahun 1854 beberapa Bupati mendirikan sekolah kabupaten dan lahirlah sekolah bumiputera hanya 3 kelas dengan tujuan mendidik calon pegawai negeri yang nantinya akan menjadi pembantu perusahaan kepunyaan Belanda. Rakyat hanya diberikan pengajaran membaca, menulis, dan menghitung seperlunya.
Pada zaman Kebangunan Nasional Raden Ajeng Kartini pada tahun 1900 ingin merubah pengajaran namun belum bisa berubah. Pada tahun 1920 ada cita-cita baru dan tahun 1922 muncullah Tamansiswa di Yogyakarta yang memasukkan dasar revolusioner juga keagamaan dan jiwa rakyat untuk merdeka dan bebas.
Perjalanan pendidikan Pra Kemerdekaan bahwa pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan adalah hal yang memang akan relevan dengan perubahan zaman seperti apapun baik pada era kolonialisme maupun saat ini. Karena apa yang disampaikan Ki Hajar Dewantara adalah sebuah dasar bagaimana tujuan pendidikan nasional yang juga merupakan tujuan kemerdekaan bangsa ini dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga melaksanakan perdamaian dunia semua itu hanya bisa diraih dengan ilmu pengetahuan.
Sesuai pendapat Prof. Sardjito tentang perguruan Tamansiswa dapat saya gali maksudnya bahwa Ki Hajar Dewantara sebagai perintis kemerdekaan dan perintis Pendidikan serta kebudayaan. Dalam pidato membahas mengenai Pendidikan yang harus memperhatikan benih-beih yakni peserta didik sebagai fokus utama dalam mengembangkannya dan agar tumbuh dengan baik.
Sistem Tamansiswa memberikan keistimewaan pada unsur hidup keluarga, yakni cinta kasih, semangat gotong-royong, rasa keajiban berkornab dan bertanggungjawab yang didapatkan dalam keluarga. Menurut statistic lingkungan keluarga penting dalam pertumbuhan perkembangan hidup setiap orang, banyak kejahatan terjadi karena berasal dari keluarga yang tidak peka terhada norma asusila.
Sistem Pendidikan saat ini lebih baik ketika sudah menjadi negara yang merdeka maka banyak sekolah yang sudah berdiri sampai ke perguruan tinggi. Melihat negara-negara di dunia, kita harus memperkaya dan mengembangkan kebudayaan serta mengisi dan mewujudkan menjadi pribadi yang peka akan Pendidikan agar tidak tertinggal.
Pendidikan Tamansiswa setelah kemerdekaan fokus kepada manusia sesuai dengan kodratnya dengan Pendidikan nasional dan Pendidikan budi pekerti. Dijelaskan bahwa perlulah anak-anak kita dekatkan hidupnya dengan perikehidupan rakyat, agar mereka tidak hanya dapat “pengetahuan” saja tentang hidup rakyatnya, namun juga dapat “mengalami” sendiri dan kemudian tidak hidup berpisah dengan rakyatnya.
Saat ini, kebersangkutan antara kebudayaan dengan pribadi seseorang harus dilihat dari sifat, bentuk, isi dan irama. Sifat yang universal sesuai isi pada zaman yang terjadi dengan memahami unsur kebudayan sebagai tanggungjawab sebagai masyarakat. Adapun semboyan yang mengandung filsafat dalam soal akulturasi yang telah kita masukan dalam rangkain asas-asas ke-Tamansiswaan-an. Yaitu “Asas Tir-con” yang mengajarkan untuk mewujudkan persatuan dunia dan manusia sesuai dengan “Bhineka Tunggal Ika”.
Implementasi di lakukan di sekolah dengan memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Penggunaan lingkungan sekolah untuk belajar, media yang menarik, dan proses pembelajaran yang bisa bermakna untuk tiap-tiap peserta didik sesuai dengan gaya belajar. Insigt yang saya dapatkan bahwa ajaran Ki Hajar Dewantara sangat indah jika kita terapkan di sekolah.
Komentar
Posting Komentar